History

Sejarah Warung Galeri Ayam Kalasan

Kremes & Penyet

Mbok Limbok / MLC: Mbok Limbok Chicken

 

Pada tahun 1993, selepas saya membantu Ayam Goreng Suharti dari Yogyakarta yang kemudian membuka cabangnya ke kota-kota lainnya, saya mulai memutuskan untuk membuka warung sendiri bekerjasama dengan orang Bogor di Kedunghalang sebagai pemilik tempat. Taktik kerjasama ini saya buat, karena saya belum mempunyai dana cukup untuk berdiri sendiri, dengan memakai nama Ayam Goreng Kalasan 35. Taktik yang sama saya pakai sewaktu melebarkan sayap Ayam Suharti ke kota besar lainnya. Kemudian karena konflik yang berkepanjangan dengan Suharti, terkait dengan pembukaan rumah makan tersebut, maka saya hijrah ke Jakarta untuk untuk mengembangkan usaha Warung Ayam Kalasan  ke Jakarta.

Bermula dari berjualan dengan mobil kijang Doyok tahun 1980 di Kuningan, Setia Budi dekat gedung Bakrie, di bawah pohon di sepanjang taman perempatan di situ yang memang difasilitaskan untuk pedagang kaki lima, saya berusaha untuk berdagang terus dengan dibantu 3 karyawan. Selama berjualan di Setia Budi Kuningan, saya mencoba juga peruntungan untuk membuka cabang di Kantin Komdak Metro Jaya Jakarta. Semua dana dari mengajar saya sebagai guru bahasa Indonesia untuk Expat di Jakarta, terkuras untuk usaha ini. Di sini penjualan cukup bagus selama satu tahunan. Karena ada perluasan tempat kantor untuk pembangunan perkantoran STNK, maka saya terpaksa menutup kantin saya sampai menunggu pengganti tempat baru. Setelah berselang beberapa bulan, saya dikasih fasilitas untuk berjualan di kantin Bhayangkari di Komdak Metro Jaya, namun karena tempat yang sempit, usaha ini kurang dapat berjalan dengan lancar.

Setelah kurang lebih setahun setengah berjualan di mobil dengan 6 karyawan – 3 karyawan untuk di Setia Budi dan 3 karyawan untuk di Kantin Komdak, saya mendapat penawaran untuk berjualan di Kantin Departemen Perhubungan Darat di Jl.Jend.Sudirman depan Pintu 1 Senayan.  Dari sinilah cikal bakal berkembangnya Ayam Goreng Mbok Limbok. Sejak itu saya memakai dengan resmi nama Ayam Kalasan Mbok Limbok.

Nama Mbok Limbok sengaja saya ambil untuk menghargai nenek saya dari pihak ibu, yang asli orang Kalasan, karena beliaulah yang membesarkan saya, dan yang memberikan inspirasi saya untuk berwiraswasta, tentu saja selain bapak saya. Nenek saya dipanggil Mbok Limbok. Secara fisik, memang dia seperti Limbok/Limbuk, tetapi wajahnya cantik kala muda. Jelas terlihat dari burat sisa kecantikannya. Nama Limbok diambil dari seorang tokoh pewayangan yang merupakan dayang, pembantu sekaligus sahabat dari Permaisuri raja dan putri-putrinya. Dia selalu muncul kala setting wayang  di istana keputren bersama dengan Cangik, pasangan Limbuk dalam setiap pemunculan. Beda dengan panakawan para Ksatria seperti Gareng, Petruk, Bagong dan Semar yang lebih popular karena cerita Kastria lebih intens keluar. Limbok digambarkan sebagai panakawan wanita muda ambisius yang gendut, pendek di pewayangan yang secara tersirat mempunyai symbol sifat seseorang yang selalu di posisi magang, belajar terus untuk mencapai ambisinya. Tidak pernah merasa puas dengan apa yang ada, selalu ingin lebih baik. Tanpa sengaja nama ini pula hampir sesuai dengan watak saya.  Jelas semua yang terjadi, tentu sudah disuratkan, isi dan kemasan sama, meski manusia tanpa rencanakan. Kebesaran dan misteri Illahi.

Pemakaian nama ini dimulai pada tahun 1997.  Perkembangan mulai menampak secara perlahan di Departemen Perhubungan , dan saya dipercaya untuk mengelola keperluan Posko Lebaran Nasional Departemen Perhubungan  selama 8 tahun berturut-turut. Kami pun ikut pindah ke Kantin Departemen Perhubungan  di Jl. Merdeka Selatan, Monas, karena kantor Departemen Perhubungan Darat dipindahkan ke sana. Dari situ kemudian saya membuka cabang di gedung BSG di Jl. Abdul Muis, yang ketiga di Kantin Musium Nasional tetapi sudah saya tutup setelah berjalan 4 tahun di sana. Juga terus membuka lagi di Jl.Tanah Abang 2 dan terakhir di Mega Kuningan di Gedung Rajawali Lt.4 Kuningan, Jakarta. Sampai saat ini untuk di Jakarta, yang masih beroperasional adalah warung yang berada di Kantin Departemen Perhubungan,  Gedung BSG Jl.Abdul Muis dan yang terakhir di Lt.4 B Gedung Rajawali Mega Kuningan, Jakarta. Warung Galeri Mbok Limbok yang berkonsep buka 24 jam segera dibuka tahun ini awal bulan Oktober di Jl.Bangka Raya 53 a Kemang Jakarta Selatan.

Perkembangan warung cukup baik, namun kendalanya adalah saya hanya bisa membuka warung pada jam-jam kantor saja, yakni dari jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Tentu saja ini tidak maksimal. Pernah juga saya bekerjasama dengan Rumah Makan Padang Roda di Jl. Matraman Raya Jakarta Timur yang bercabang di Cilegon, namun karena kendala tempat yang jauh, maka usaha ini pun juga tidak bisa berjalan dengan baik.

Sampai akhirnya pada tahun 2006, saya mengambil alih usaha furniture dari keluarga ipar adik saya di Bali. Dasar jiwa pedagang ayam goreng, maka saya pun memutuskan untuk  membuka warung di depan halaman toko pada sore hari, ketika toko sudah tutup, yakni hanya buka dari jam 5 sore sampai jam 3 pagi. Lalu saya mengirim 5 karyawan dari Jakarta untuk mengelola proyek itu yang berjualan dengan buka lepas tenda seperti  pedagang kaki lima.

Dengan berjalannya waktu, usaha ini mulai menampakkan hasilnya. Guna mempercepat berkembangnya usaha, maka tercetuslah konsep baru, yaitu galeri dan rumah makan. Persis pada hari Lebaran pertama bulan September tahun 2008 itulah, debut pertama Warung Galeri Ayam Goreng Kalasan Mbok Limbok resmi beroperasional di Bali.

Sampai sekarang Mbok Limbok dengan konsep Warung Galeri telah membuka cabang baru kedua yang buka pada bulan Agustus 2011 di Jl. Dewi Sri 33 Kuta Bali, yang hanya berjarak 1 km dari warung pertama di Jl. Patih Jelantik, Kuta Bali. Pertimbangan untuk membuka warung berdekatan di area ini dikarenakan warung pertama tidak cukup besar untuk menampung proses masak-memasak. Selanjutnya, sahabat kami Pemilik Oleh-Oleh Bali Krisna, Ajik , biasa saya panggil Bang Cok, mendorong kami untuk ikut berpartisipasi dalam proyek  Krisna Grup, proyek Krisna Pusat Kuliner Bali, baik yang di Jl.Tuban maupun di Sunset Road, Kuta. Ini sejarah singkat dari Warung Galeri Ayam Goreng Kalasan Mbok Limbok atau dengan singkatan GAUL kami yang sengaja kami populerkan:

MLC (Mbok Limbok Chicken)

 

 

Bali, 1 September 2013

Dalam rangka mengenang 5 tahun perjalanan Mbok Limbok Bali

Mbak-Gusti-4

Gusti Mbok Limbok  /  MLC

© 2017 Mbok Limbok. Ayam Kalasan Kremes & Penyet Asli Yogyakarta.